ETIKA DALAM BERDEBAT DAN DIALOG ( Rangkuman )


OLEH : ABU ABDILLAH SYAHRUL FATWA BIN LUQMAN

Makna  Debat dan Dialog :

Debat = Al-Jidal     dan  Dialog = Al-Hiwar

Secara Istilah, Debat dan Dialog adalah Diskusi antara 2 orang atau lebih dalam Permasalahan yang mereka Perselisihkan.

Debat dan Dialog dalam Pandangan Islam .

Pertama :  Debat dan Dialog yg disyariatkan.Yaitu dialog yg bertujuan untuk mencari dan menjunjung Kebenaran. Debat macam ini terpuji dan diperintahkan karena keduanya termasuk salah satu sarana dalam Penyampaian Dakwah ; Allah Berfirman  :

“125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. “ ( QS. An –Nahl : 125 )

“46. Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka[1154], dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri.”(QS.Al-Ankabut : 46)

Imam Adzahabi  Rahimahullah berkata : Apabila tujuan debat untuk menjunjung kebenaran dan membelanya maka terpuji.Akan Tetapi  jika  tujuannya  menolak kebenaran atau berdebat tampa dasar ilmu maka tercela. ( Kitab Al _Kabair )

Kedua :  Debat yg tercela yaitu Debat yang tujuannya hanya ingin menang, ingin membela diri atau membela kelompoknya, tidak ada niat untuk mencari Kebenaran, Debat semacam inilah yg dilarang.

“  Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu.” (QS.AL-Mu’min : 4 )

ADAB DEBAT DAN DIALOG

  1. Luruskan Niat; Mencari Ridho Allah dan Membela Kebenaran.
  2. Jujur ,jauhi kedustaan.
  3. Berbekal Ilmu
  4. Berdebat Pada Permasalahan yang Bermamfaat

Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam Bersabda.

“ Diantara Kebaikan Islam Seseorang adalah Meninggalkan apa yang tidak bermamfaat baginya “ ( HR.Tirmidzi , Ibnu Majah, Ibnu Hibban )

5. Mengembalikan Perselisihan Kepada Al –Qur’an dan As-Sunnah.

Allah Berfirman “

“59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(QS: An-Nisa : 59)

6.Menahan Diri tampa emosi.

7. Tampakkan Rasa Cinta dan Persaudaraan sebelum , ketika,dan sesudah Dialog.

8. Lembut dan sabar dalam dialog

9. Kembali Kepada Kebenaran

10. Jaga Lisan, Jauhi ucapan Kotor.

11. Puji lawan debat apabila sudah kembali ke kebenaran

12. Akhiri Dialog apabila lawan bicara Keras Kepala.

Allohu A’lam.

( Di Rangkum  oleh Abu Darin  dari  Majalah  Al –Furqon  )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: